Monday, 17 May 2010

Canda

If U Read My Lip!

Metro, 7 Maret 2010

Aku mencium wewangian terselubung di balik untaian kalimatnya. Aku merasakan kegetiran dalam baluran aksara yang sesekali terselingi oleh isak tangisnya. Intonasi yang membungkus ceritanya, berkesanggupan mengiring imajiku menuju lorong gelap yang senyap. Larut! Begelayut dalam sunyi yang tak kuingin berujung. Tersungkur ke dalam dunia maya yang serasa nyata karena kemasan bahasa.

Adalah bahasa yang memiliki fungsi ekspresif sehingga aku bisa mencicipi keindahan irama, dan pola di balik cerita yang ia tuturkan semalam. Terlebih ketika ia berbicara tentang Gajahmada. Imaji dan jiwa serasa mengembara bersama Sang Mahapatih.Terasa berdiri di sana bersama Prapanca mendengarkan dan merasakan energi amukti palapa dalam bungkusan kalimat-kalimat lugas nan tegas. Segenap jiwa mengamini pesan persatuan (unity). Semua hati bergetar oleh kemungkinan ancaman dari pihak luar. Semua karsa dan cipta terukir untuk nusantara.

Ketika ia tiba-tiba mengubah alur cerita dari nusantara menjadi cinta, adalah bahasa pula yang mampu menghadirkan nyanyian sendu sekuntum mawar yang bertumbuh di taman istana atau di tengah tumpukan sampah. Bahasalah yang mengantarkan pesan kepadaku bahwa mawar tetaplah mawar tak peduli di mana pun ia mekar. Bahasa pulalah yang telah mengungkap jeritan diam (silent scream) sang mawar yang mengibaratkan dirinya bagai seorang gadis perawan! Dan bahasa pulalah yang membawa pertanyaan tentang seberapa berharganyakah kemolekan raga sang mawar tanpa keharumannya? Betapa pilunya jika ternyata memang memiliki keharuman namun buyar terkalahkan oleh aroma anyir nan busuk sampah? Alangkah nelangsanya bila sang mawar indah telah berteriak namun bahkan lalat pun tidak mendengar?

Adalah bahasa yang kemudian bisa menghadirkan pelipur lara tentang rose is a rose no matter where it grows! Adalah bahasa yang menyadarkan kita akan there’s nothing new under the sun, atau bahwa tidak ada yang baru di dunia ini. Bahasa memiliki umur yang sama dengan sejarah manusia. Bahasa bukanlah barang baru meski banyak hal baru yang kelahirannya turut melibatkan bahasa!

0 comments: